Penyakit Jamur Hitam Juga Disebut Efek Samping Obat Ini Begini Kata Kemenkes

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus covid-19 dunia masih terus mengalami lonjakan. Hari ini berdasarkan data dari worldometers.info, total kasus Covid-19 saat ini mencapai 195.344.744 kasus.

Di tengah lonjakan kasus covid-19 ini, infeksi jamur hitam yang merebak pada pasien Covid-19 di India mendatangkan kekhawatiran baru.

Disebutkan, ribuan orang telah meninggal dunia di India karena penyakit yang juga dikenal dengan sebutan mucormycosis.

Penyakit jamur hitam ini pun disebut bisa menyerang pasien maupun penyintas Covid-19.

Lalu apa kata Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) terkait penularan infeksi jamur hitam ini?

Di Indonesia, seperti diberitakan Kompas Sains, 25 Juli 2021, Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru Pusat Mikosis Paru FKUI/RS Persahabatan, Dr dr Anna Rozaliyani MBiomed, SpP(K), mengatakan, infeksi jamur hitam sudah ada sejak sebelum pandemi.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Kotabaru Masuk Zona Merah, Stok Oksigen Dipastikan Aman Dipasok dari Kaltim

Baca juga: Atasi Kelangkaan Oksigen, Tiga Puluh Tabung Tiba di Kabupaten Tapin

Angka kasusnya tidak banyak, tetapi angka kematian dan kesakitan yang ditimbulkan cukup tinggi.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penyebab munculnya penyakit jamur hitam karena efek samping dari penggunaan obat seperti deksametason pada pasien Covid-19.

"Jamur hitam ini (muncul) karena biasanya penggunaan obat seperti deksametason pada pasien Covid-19," ujar Nadia saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/7/2021).

Ia menjelaskan, deksametason merupakan obat kortikosteroid yang diresepkan sebagai obat anti-inflamasi.

0 Response to "Penyakit Jamur Hitam Juga Disebut Efek Samping Obat Ini Begini Kata Kemenkes"

Post a Comment